Rabu, 05 Desember 2012

Jangan Sombong Dong.. (part 1)

Sore hari seperti biasa, anak-anak mengajak saya bermain sepeda di luar rumah. Pemandangan seperti biasa kalau sore  banyak anak-anak bermain di luar rumah disepanjang blok kompleks perumahan. Saya pun ikut menemani mereka bermain.
Seorang teman Titus datang menghampiri dengan sepedanya. “Titus, main yuk..” Dengan mainan truk-trukannya Titus pun mengikuti anak laki-laki ini bermain.

Lalu ada lagi anak perempuan dengan sepedanya datang menghampiri Titus.
Tepatnya sih gak menghampiri cuma sembari lewat. Si anak perempuan ini pun berkata: “Titus aku dong udah bisa naik sepeda roda 2. Kamu udah bisa belom?”

“Belom”

“Hah?? Belom bisa? Iiiihhh.. gampang tauuu.. nih begini niiihhh..” alih-alih si anak perempuan itu mengajarkan Titus bagaimana bersepeda roda dua.

“Kamu belajar doooonnggg..kapan bisanya kalo gak belajar.” Kata si anak perempuan, turun dari sepeda dan berdiri di depan Titus.

“aku belajar (naik sepeda roda dua) sama papa aku,” kata teman satunya

“iya, nanti aku juga mau belajar sama bapak”, Titus masih santai

“emang umur kamu berapa tahun. Aku udah 5 tahun.. udah gede. Kan aku udah bisa sepeda roda 2, berarti aku udah gede.”

“sama, aku juga 5 tahun” Titus terlihat mulai agak jengkel

“iiihhhh..harusnya 5 tahun itu sudah bisa sepeda roda 2.. kamu kok belum bisa?? Iiihhhh.. kalo gitu sama dong kayak dedek-dedek, gak bisa..” ini anak perempuan mulai nyolot, ngeledek. Sambil sesekali tangannya menunjuk-nunjuk ke arah Titus.

“....” Titus terlihat semakin juengkel. Tapi diam saja. Terlihat tangannya meremas-remas kartu yang sedang dipegangnya. Saya tahu hatinya kesal sekali. Dan saya pun melihat bagaimana dia berusaha untuk tetap menjaga diri. Dan saya pun menunggu apakah dia juga bisa membela dirinya?

“iiihh..kasian deh kamu gak bisa sepeda roda dua.. gak kayak kita yaaa, sudah bisa sepeda roda dua..” si anak perempuan mencari dukungan ke temannya si anak laki-laki tadi.

Lama kelamaan si anak perempuan ini semakin senang meledek Titus. Malah boleh dibilang sudah termasuk BULLYING. Terlihat bagaimana sikapnya yang meledek, mejulurkan lidah sambil menunjuk-nunjuk. Nampaknya senang dan ada kepuasan melihat  ada temannya yang gak mampu.

“weeeww..weeeewww..weeewww... kasian deh lo, gak bisa sepeda roda dua...HA.HA.HA.HA..”

OK.. Enough. Harus di cut. Reaksi Titus pun diam saja. Rasanya saya mau jitak itu anak...hehehe..

“(menyebut nama anak perempuan itu) kamu bangga ya kamu sudah bisa naik sepeda roda dua?” kata saya memotong aksi BULLYINGnya
“iya dooonnnggg...”
“ow ya? Kamu bisa naik motor gak?”
“ (bengong) gak bisa..”
“oh.. tante sudah bisa naik motor. gak sombong, biasa aja..”
“uh.. terus aku harus bilang WOW gitu??”
Wuuaaahhh...asli nih anak nyolot banget. Sombongnya sampe ke ubun-ubun. Dan yang bikin kesel to the max.. emaknya ada di deket situ, cuma memandang itu anak dengan tersenyum..*duueeennggg..
“Ok, kamu emang bisa sepeda roda dua..tapi inget. Gak perlu sombong. Masih ada yang lebih hebat dari kamu. Cantik-cantik kok sombong sih..jangan sombong dong. nanti banyak yang gak suka lho sama kamu.” (gak usah nanti, sekarang aja saya sudah gak suka sama kesombongannya..)
Si anak melengos dan pergi..
Saya melihat Titus tersenyum. Lega. Saya pun tersenyum. Puaaasss..bisa kasih pelajaran sama itu anak.
Saya pun memegang pundak Titus: “Are you OK?”
Titus pun mengangguk.

Malamnya, setelah cerita malam sebelum tidur, biasa deh kita suka evaluasi dan saya mengevaluasi kejadian tadi sore.
I: Perasaan kamu gimana tadi?
T: gak papa..
I: bener gak papa?
T: iya
I: Gak kesel? Gak marah?
T: gak
I: are you sure?? Beneeeerrr?? Coba cek dalam hati kamu. Kamu kesel gak digituin? 
T: hhmmm..iya sih..tapi dikiiitttt
(Ya ampun baek bener yak ni anak..hehehe..)
I: suka gak digituin?
T: gak suka
I: Titus, kalau kamu gak suka diperlakukan seperti itu, kamu berhak bilang gak suka. Nih, ibu mau kenalin kata baru yang namanya BULLY
T: hah? Apa itu?
I: Bully itu mempermalukan atau mengejek orang lain. orang yang membully itu pasti merasa paling hebat dan senang melihat ada orang lain yang gak bisa, makanya diledekin, dipermalukan. Dibikin malu.
T: oohh.. ibu tau gak kenapa tadi aku diam aja?
I: kenapa?
T: karena aku tau Tuhan pasti akan tolong aku.. dan satu lagi, ada roh kudus di dalam hati aku yang melindungi aku
(Aduuuhhh.. merinding dan mau nangis dengernya..)
I: tapi Titus juga harus belajar satu hal, Titus harus berani bilang 'gak suka' atau 'cukup' waktu teman kamu perlakukan kamu gak baik. Dan Ada 2 hal yang ibu gak suka dari temen kamu itu: 1. Dia sudah membully kamu. 2. Sombong, 3. Dia gak punya good manner and attitude to adult
T: maksudnya gak good manner?
I: kamu lihat gak bagaimana cara dia ngomong sama ibu? Menurut kamu itu sopan atau gak?
T: iya..ya.. gak sopan
I: dan yang paling ibu juga gak suka, ibu lihat kok ada mamanya di dekat situ. Mamanya lihat  apa yang anaknya perbuat ke kamu. Tapi mamanya diam saja. Gak melakukan apapun. Berarti, mungkin niihh.. teman kamu gak di didik dirumah bagaimana memperlakukan teman dengan baik, bagaimana berbicara sopan, bagaimana harus respect sama orang lain.
T: iya.. terus dia juga sombong
I: yaaahh.. boleh sih kita bangga kalau  kita bisa sesuatu. Tapi hati-hati, kalau berlebihan jadinya sombong deh. Kalau kita melihat ada teman yang belum bisa, bukan diledek, tapi dikasih semangat. ‘oh kamu belom bisa ya? Gakpapa. Kita belajar sama-sama ya..aku mau kok ajarin kamu’ kayak gitu misalnya. Bukan diledek, dipermalukan.
(Saya mencoba membangkitkan kembali kepercayaan dirinya dengan memberikan contoh-contoh. Pencapaian-pencapaiannya. Keberhasilan dia. Yang dulunya masih susah sekarang sudah bisa. Dan terlihat PDnya mulai muncul)
I: terus kita harus gimana?
T: hmm.. kita berdoa ya buat dia
(Suatu langkah yang menakjubkan.. truly amaze, Titus bisa bilang seperti ini)
I: doa gimana?
T: berdoa minta Tuhan buat dia gak sombong lagi. Minta Tuhan, biar dia bisa respect.
I: kita doakan mamanya juga ya, supaya bisa mendidik anak-anaknya dengan benar. Dan berdoa buat Titus juga. Supaya Titus punya keberanian untuk mengatakan “TIDAK” sama hal-hal yang buat kamu gak suka atau gak nyaman..
(Memang di satu sisi saya pun melihat Titus kurang dalam hal membela diri. Reaksinya masih diam padahal sudah gak suka dan jengkel).
T: iya ibu

Dan malam itu kami berdoa untuk teman Titus dan keluarganya. Titus sendiri yang pimpin doanya. Mendengar doanya membuat saya terharu akan kebaikan hatinya, kepolosannya. Pengen nangiiisss.

Hari ini kami sama-sama belajar. Dan kami berterima kasih untuk pembelajaran yang Tuhan berikan. Kedepannya saya yakin akan ada lagi hal-hal yang menguras emosi, membentuk karater dan memperkuat imannya.

Sebelum tidur, Saya pun mengatakan bahwa saya ada untuk dia boleh berkeluh kesah. Kalau ada yang bikin dia kesal, saya menyediakan diri, waktu dan pikiran saya untuk bisa dicurhatin. Kapan aja. Saya melihat senyum tersembul di wajahnya. Kebanggaan dan rasa Pdnya  muncul.
I: Titus, satu hal yang harus kamu ingat. Mau kamu gak bisa naik sepeda kek, apapun yang diledekin temen kamu, kamu tetep anaknya ibu, ibu tetep ada buat kamu. Ibu bangga sama kamu. Kamu spesial, kamu berharga di mata Tuhan. Jangan terus jadi sedih  dan gak percaya diri ya..
T: iya ibu..

Kami berpelukan, dan gak lama, dia pun tertidur...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar