Rabu, 05 Desember 2012

Cara Mengendalikan Emosi Saat Mendidik Anak

Selasa malam lalu itu ceritanya lagi dengerin talkshow-nya Ayah Edy di radio.. nyesel juga karena telat tune-in. tapi gak pa-pa deh, better late than never..

Topik yang dibahas saat itu adalah tentang Belajar Mengendalikan Emosi Saat Mendidik Anak.

Ada 4 faktor yang membuat emosi kita tidak terkendali saat mendidik anak.



1. Kondisi badan yang lelah
Kita harus mengenali kondisi badan kita. Kalau sudah capek, seharian beraktivitas, ambilah waktu untuk beristirahat. Relax sejenak. Kondisi badan lelah merupakan sumber emosi yang paling sering tertumpahkan kepada anak kita.

2. Pikiran.
Apa yang sedang mengganggu pikiran kita? Sedang banyak masalahkah kita? Lebih baik selesaikan masalah tersebut satu persatu. Menghadapai masalah seperti kita menaiki anak tangga yang berujung pada pendewasaan diri. Satu masalah selesai, naik satu anak tangga.

3. Pola didik orangtua kita
Sering kali kita mendidik anak kita sama seperti bagaimana orangtua kita mendidik kita dulu. Sadar atau tidak, pola yang baik bahkan yang kurang baik sekalipun akan menurun pada kita. Maka dari itu , kata Ayah Edy, kita butuh belajar.  Tidak apa-apa meneruskan saja pola didik orangtua  kita yang kita nilai itu baik. Tapi rubahlah yang menurut penilaian kita kurang baik agar anak kita kelak tidak menurunkannya kembali kepada anak-anaknya.

4. Rubah persepsi.
Mau belajar dan mendengarkan. Menjadi orang tua yang bijak itu selalu haus akan belajar. Tidak menganggap dirinya sudah benar. Banyak membaca tentang parenting, ikuti talk show,  sharing dengan orang tua lain merupakan beberapa cara. Banyak sharing dengan orang tua lain. Bergabung dalam komunitas parenting baik online maupun tatap muka yang membuat kita bertumbuh secara iman dan karakter.

Ada istilah yang saya suka dari obrolan dengan ayah Edy, yaitu Walk The Talk. Yaitu cara berkomunikasi dengan anak dengan bercerita.
Ceritakan tentang pengalaman. Pengalaman hidup yang mengubahkan kita menjadi lebih baik. Pengalaman tentang kegagalan dan keberhasilan.

Walk The Talk, membangun kedekatan secara emosi.  Kita bercerita berdasarkan pengalaman. Kita belajar dari pengalaman tersebut. Karena berdasarkan pengalaman itulah anak-anak mengerti bahwa kita sudah pernah berada dalam situasi tersebut dan bagaimana kita bisa mengatasinya. Jadi lebih aplikatif. Anak-anak merasa kita tidak menggurui mereka dengan pernyataan-pernyataan yang kita belum pernah rasakan. Karena menurut Ayah Edy, ketika kita memperoleh pengetahuan (Knowledge) akan sesuatu, berbagilah (Share). Maka pengetahuan itu akan menjadi aplikatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar