Selasa malam lalu itu ceritanya lagi dengerin talkshow-nya Ayah Edy
di radio.. nyesel juga karena telat tune-in. tapi gak pa-pa deh, better
late than never..
Topik yang dibahas saat itu adalah tentang Belajar Mengendalikan Emosi Saat Mendidik Anak.
Ada 4 faktor yang membuat emosi kita tidak terkendali saat mendidik anak.
1. Kondisi badan yang lelah
Kita
harus mengenali kondisi badan kita. Kalau sudah capek, seharian
beraktivitas, ambilah waktu untuk beristirahat. Relax sejenak. Kondisi
badan lelah merupakan sumber emosi yang paling sering tertumpahkan
kepada anak kita.
2. Pikiran.
Apa yang sedang mengganggu
pikiran kita? Sedang banyak masalahkah kita? Lebih baik selesaikan
masalah tersebut satu persatu. Menghadapai masalah seperti kita menaiki
anak tangga yang berujung pada pendewasaan diri. Satu masalah selesai,
naik satu anak tangga.
3. Pola didik orangtua kita
Sering
kali kita mendidik anak kita sama seperti bagaimana orangtua kita
mendidik kita dulu. Sadar atau tidak, pola yang baik bahkan yang kurang
baik sekalipun akan menurun pada kita. Maka dari itu , kata Ayah Edy,
kita butuh belajar. Tidak apa-apa meneruskan saja pola didik orangtua kita yang kita
nilai itu baik. Tapi rubahlah yang menurut penilaian kita kurang baik agar
anak kita kelak tidak menurunkannya kembali kepada anak-anaknya.
4. Rubah persepsi.
Mau
belajar dan mendengarkan. Menjadi orang tua yang bijak itu selalu haus
akan belajar. Tidak menganggap dirinya sudah benar. Banyak membaca tentang parenting, ikuti talk show, sharing dengan orang tua lain merupakan beberapa cara. Banyak sharing
dengan orang tua lain. Bergabung dalam komunitas parenting baik online maupun tatap muka yang membuat kita bertumbuh
secara iman dan karakter.
Ada istilah yang saya suka
dari obrolan dengan ayah Edy, yaitu Walk The Talk. Yaitu cara
berkomunikasi dengan anak dengan bercerita.
Ceritakan tentang pengalaman. Pengalaman hidup yang mengubahkan kita menjadi lebih baik. Pengalaman
tentang kegagalan dan keberhasilan.
Walk The Talk, membangun
kedekatan secara emosi. Kita bercerita berdasarkan pengalaman. Kita
belajar dari pengalaman tersebut. Karena berdasarkan pengalaman itulah
anak-anak mengerti bahwa kita sudah pernah berada dalam situasi tersebut
dan bagaimana kita bisa mengatasinya. Jadi lebih aplikatif. Anak-anak
merasa kita tidak
menggurui mereka dengan pernyataan-pernyataan yang kita belum pernah
rasakan. Karena menurut Ayah Edy, ketika kita memperoleh pengetahuan
(Knowledge) akan sesuatu, berbagilah (Share). Maka pengetahuan itu akan
menjadi aplikatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar